Efek Yang Terjadi Saat Manusia Berkata Jujur dan Tidak Jujur

PILIHAN
Efek Yang Terjadi Saat Manusia Berkata Jujur dan Tidak Jujur
Efek Yang Terjadi Saat Manusia Berkata Jujur dan Tidak Jujur - Menurut Taufiq, otak bagian depan manusia dan korteks prefrontalis adalah bagian otak yang berkembang paling akhir dalam evolusi otak makhluk hidup, hingga disebut neokorteks. Otak berbagai binatang lebih banyak didominasi oleh otak bagian tengah (tempat sistem limbik) dan otak belakang yang disebut paleokorteks.

Kondisi ini membuat nilai kejujuran hanya ada pada manusia. Dominasi otak bagian tengah dan otak bagian belakang pada binatang membuat keputusan yang diambil binatang hanya digunakan untuk bertahan hidup, tidak memperhitungkan benar atau salah.

”Karena kemampuan berpikirlah manusia disebut Homo sapiens yang artinya makhluk yang bijaksana,” katanya.

Karena sudah ada dalam otak manusia, manusia tak perlu diajarkan kejujuran lebih dulu untuk berbuat jujur. Kejujuran, menurut Taufiq yang juga pendiri Center for Neuroscience Health and Spirituality Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tidak berkaitan dengan ajaran agama. Ini membuat manusia yang tidak beragama atau tidak percaya Tuhan juga bisa berbuat jujur.

”Agama memperpendek proses pembelajaran tentang kejujuran dan menunjukkan apa dan bagaimana kejujuran itu,” katanya. Sebelum ada agama, manusia harus berusaha keras menjelaskan apa itu kejujuran dan dusta karena keduanya merupakan hal-hal yang bersifat abstrak.

Meski kejujuran adalah bawaan manusia, tidak ada seseorang yang tidak pernah berbohong. Karena itu, bohong besar jika ada orang mengaku tidak pernah berbohong. Dalam hidup setiap manusia, selalu ada hal-hal yang mengganggu kenyamanan dan sifat alamiah manusia selalu ingin mempertahankan kenyamanan itu, kalau perlu berbuat tidak jujur.

Dalam nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, ada ketidakjujuran yang bisa ditoleransi yang dikenal dengan istilah bohong putih (white lie). Tindakan itu biasanya dilakukan untuk melindungi atau mencapai tujuan yang lebih besar.

Saat berbuat jujur, otak akan mengeluarkan serotonin dan oksitosin, zat kimia pengirim sinyal (neurotransmitter) yang membuat manusia merasa nyaman, tenang, lega, dan bahagia.

Adapun saat berlaku tidak jujur, neurotransmitter yang muncul adalah kortisol yang membuat manusia merasa bersalah, stres, tertekan, waswas, dan tidak nyaman. Ini yang membuat orang yang berbuat tidak jujur selalu diliputi ketakutan jika kebohongannya terungkap.
Klik
Efek Yang Terjadi Saat Manusia Berkata Jujur dan Tidak Jujur | puramuzo | 5

0 komentar: